RESUME
TEKNOLOGI PERKANTORAN
DOSEN PENGAMPU : ANGRA MELINA,
S. Pd, M. Pd. E

DISUSUN OLEH :
NAMA : WATI
NINGSIH
NMP :
15020512064
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
YAYASAN
PENDIDIKAN MERANGIN (YPM-BANGKO)
JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
PENDIDIKAN EKONOMI
TAHUN 2016
VIRTUAL OFFICE ( KANTOR MAYA)
A.
Pengertian Virtual Office
Kemampuan OA untuk menghubungkan orang secara elektronik
telah membuka cara baru melakukan
pekerjaan kantor. Bahkan OA membuat pekerjaan kantor tidak perlu dikerjakan di kantor. Sebaliknya,
pekerjaan tersebut dapat dilakukan
di manapun saat itu pegawai berada. Istilah yang diberikan untuk kemampuan ini adalah kantor maya,
yang berarti bahwa pekerjaan kantor dapat dilakukan di lokasi geografis manapun selama tempat kerja
tersebut terhubung dengan
lokasi tetap perusahaan melalui komunikasi elektronik.
Kantor maya mulai muncul pada tahun 1970-an pada saat
komputer mikro dan peralatan
komunikasi mulai terjangkau secara personal sehingga memungkinkan seseorang bekerja di rumah. Pada
saat itu istilah teleprocessing digunakan untuk menjelaskan komunikasi data,
selanjutnya istilah telecomutting diperkenalkan karena kelihatannya hal itu
merupakan cara yang tepat untuk menggambarkan bagaimana pegawai dapat “ulang-alik” (comutte) ke tempat
kerja secara elektronik. Telecommuter
pertama antara lain adalah ilmuwan komputer seperti progamer sistem, yang menyadari bahwa mereka
dapat menciptakan perangkat lunak di rumah sama seperti di kantor.
B.
Keuntungan
Kantor Maya
Kantor maya mengatasi kendala fisik
dari tempat kerja sehingga menghasilkan beberapa keuntungan, sebagai berikut:
1. Pengurangan biaya fasilitas,
perusahaan tidak harus memiliki kapasitas kantor yang besar, karena sebagian pegawai bekerja di tempat lain, sehingga mengurangi biaya sewa dan perluasan
kantor.
2. Pengurangan biaya peralatan, dari pada
menyediakan peralatan kantor bagi tiap pegawai, dengan telecommuter dapat berbagi peralatan seperti
halnya para peserta dalam suatau LAN saling
berbagi sumber daya.
3. Jaringan komunikasi formal, karena
telecommuter harus terus terinformasi dan mendapat perintah spesifik, jaringan komunikasi mendapat
lebih banyak perhatian daripada
biasanya. Dalam pengaturan kantor tradisional, sebagian besar informasi dikomunikasikan melalui percakapan
dan pengamatan. Meningkatnya perhatian pada kebutuhan telecommuter berpotensi menghasilkan
komunikasi yang lebih baik
daripada jika semua pegawai bekerja di lokasi tetap.
4. Pengurangan penghentian kerja,
apabila terjadi gangguan alam seperti: banjir, angin rebut, dan sejenisnya yang membuat pegawai tidak
mungkin pergi ke tempat
kerja, kegiatan perusahaan dapat terhenti. Namun, dengan kantor maya, sebagian besar pekerjaan dapat
dilanjutkan, asalkan jaringan suprastukturnya tidak mengalami gangguan. Dalam hal ini listrik tidak padam,
dan penyedia jasa komunikasi
juga tidak mengalami kemacetan.
5. Kontribusi sosial, kantor maya
memungkinkan perusahaan memperkerjakan pegawai yang tadinya tidak memiliki peluang untuk bekerja.
Orang cacat, lanjut usia
dan orang tua dengan anak-anak kecil dapat bekerja di rumah. Oleh karena itu kantor maya lebih memungkinkan
perusahaan menunjukkan tanggung jawab sosialnya. Keuntungan kontribusi sosial dapat dibagikan ke
pegawai yang tadinya tidak
mungkin memperoleh pekerjaan, sebelum kantor maya.
C.
Kerugian
Kantor Maya
Jika perusahaan berkomitmen pada
strategi kantor maya, perusahaan itu melakukannya dengan menyadari bahwa sebagian terdapat dampak
negatifnya, antara lain:
1. Rasa tidak memiliki, jika pegawai
tidak kontak langsung dengan rekannya setiap hari, mereka kehilangan perasaan
menjadi bagian penting dari suatu organisasi.
2. Takut kehilangan pekerjaan, karena
pekerjaan pegawai dilakukan terlepas dari operasi perusahaan, pegawai mudah menganggap bahwa mereka
dapat dibuang sewaktu-waktu. Mereka dapat
berkesimpulan bahwa tiap orang dengan computer dan modem dapat melakukan pekerjaan itu dan bahwa mereka
mungkin menjadi korban
“pemecatan elektronik”.
3. Semangat kerja yang rendah, sjumlah
fakor dapat menyebabkan rendahnya semangat kerja pegawai. Fakor pertama adalah tidak adanya
umpan balik positif yang
berasal dari interaksi langsung dengan atasan dan rekan kerja. Faktor lain adalah kenyataan bahwa gaji telecommuter
cenderung lebih rendah daripada yang dibayarkan pada pegawai di tempat kantor tetap.
4. Ketegangan keluarga, apabila ada
ketegangan di rumah telecommuter tidak dapat melarikan diri untuk beberapa jam. Ketegangan juga dapat
meningkat karena pasangan
dapat menganggap pekerjaan itu hanyalah cara untuk menghindari tanggung jawab rumah tangga.
Semua kerugian ini uniknya adalah kerugian bagi pegawai.
Perusahaan mungkin tidak menyadari dampak
negatif tersebut kecuali mereka memantau perasaan pegawai secara cermat. Oleh karena itu supaya
kantor maya berhasil, perusahaan
harus melakukan upaya khusus untuk memastikan bahwa pegawai tidak menderita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar